Rabu, 03 November 2010

menunggu ketidakpastian-'nya'...

Entah kali ke berapa kami menunggu di lobi gedung kuliah. Menunggu dosen yang tak kunjung datang. Entah apa kesibukannya kali ini. Saya pun bingung. Sudah terhitung lima kali pertemuan tidak masuk. Geram rasanya, ketika susah payah berjalan menuju kampus, menembus hujan, menghadang teriknya matahari, kadang pergi dengan perut kosong, hanya karena tidak ingin terlambat. Akan tetapi apa yang kami dapat? Setelah satu jam menunggu, "Maaf, saia tidak bisa hadir. Ada urusan mendadak".

Sekali dua kali, oke, kami bisa terima. Namun, untuk berikutnya pun masih sama. Dan terus terjadi sampai kelima kalinya. Marah ini benar-benar tak bisa di tahan lagi. Namun apa daya, kami hanya mahasiswa. Takut masalah ini jadi rumit apabila kami berulah. Rumit sampai tahap akhir kelak. Hanya diam yang kami lakukan, setidaknya diam di depannya. Ulah ini berujung pada kemalasan yang kami rasakan ketika masuk kuliah yang sudah di pending beberapa jam, bahkan beberapa hari.  Ilmu yang di sampaikan tidak maksimal kami serap. Semangat pagi tadi sudah hilang seiring berjalannya waktu menunggu ketidakpastian...

Susahnya jadi mahasiswa...
Berharap suatu saat, ulah ini bisa hilang, tidak menjadi kebiasaan lagi. Negara ini bisa hancur akibat ulah yang tak kunjung hilang ini.
Pesan Moral : Amanah adalah kewajiban. Akan berdosa seseorang apabila menyia-nyiakan amanah nya.

Senin, 01 November 2010

Manfaat madu

Tips mengurangi gejala sindrom menjelang menstruasi

Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan oleh para perempuan untuk mengurangi gejala sindrom menjelang menstruasi, antara lain:

1. Olah raga ringan

Olah raga ringan seperti jalan kaki, berenang, senam dapat membantu mengurangi kram dan perut kembung. Yoga dan pilates baik juga untuk relaksasi dan peregangan.

2. Tidur dan Istirahat yang cukup

Pada saat tidur tubuh akan melakukan proses penyembuhan dan memulihkan energi anda. Pada saat menstrasi tubuh anda akan merasa jauh lebih lelah, tidur dan istirahat yang cukup akan membantu memulikan kebugaran anda.

Jika Sindrom menjelang menstruasi membuat anda kesulitan tidur, maka anda harus mengurangi asupan kafein untuk membuat anda tertidur.

3. Kurangi ngemil

Saat sedang menstruasi sebaiknya anda mengurangi kebiasaan untuk ngemil terutama coklat, snack atau makanan ringan lainnya. Fluktuasi hormon dapat menyebabkan anda kecanduan. Anda harus menjaga pola makan, perbanyak minum air putih, jaga asupan garam dan kadar gula darah. Hal ini akan membantu menjaga nafsu makan dan mengurangi rasa kembung dan sebah di perut.

4. Gunakan bantal atau botol air panas

Bantal atau botol air panas yang diletakkan di perut bagian bawah atau punggung dapat meredakan kram perut dan dapat menimbulkan rasa nyaman di perut.

5. Jangan sembarangan minum obat

Banyak perempuan yang mengkonsumsi obat pereda rasa sakit seperti parasetamol atau ibuprofen, selain itu mungkin juga mengkonsumsi jamu atau herbal untuk mengurangi rasa sakit. Sebaiknya jangan sembarangan minum obat karena bisa menimbulkan efek jangka panjang.

Kamis, 11 Maret 2010

Penyakit Pasca Bencana


PENYAKIT PASCA BENCANA
Novia Wirna Putri
Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat UNAND

1. Pendahuluan
Bencana alam yang terjadi selalu menyisakan kepedihan yang mendalam. Baik berupa gempa bumi, tanah longsor, banjir, gunung meletus, ataupun tsunami. Banyak korban nyawa, fisik, dan harta akibat bencana yang terjadi. Bencana menyebabkan korban yang selamat, kehilangan keluarga, sahabat, harta, bahkan tempat tinggal. Bencana ini selanjutnya menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Menurut Ketua Umum PB IDI Fachmi Idris, secara umum, masalah kesehatan utama setelah bencana adalah trauma fisik seperti luka dan patah tulang. Kemudian, selama dan sesudah masa itu korban bencana yang selamat dan tinggal di pengungsian juga terancam penyakit jika upaya antisipasinya tidak memadai. Berbagai penyakit yang muncul pascabencana alam antara lain malaria, ISPA, diare, leptospirosis, kolera, dan infeksi kulit.

2. Isi
Pada umumnya masalah kesehatan pasca gempa dapat dibagi dalam 3 fase:
a. Penyakit akut pasca bencana.
Yaitu penyakit yang berhubungan langsung dengan bencana yang terjadi. Misalnya, kasus gempa bumi di Padang tanggal 30 September 2009, penyakit yang berhubungan langsung dengan gempa adalah cedera akibat reruntuhan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa cedera utama akibat gempa adalah cedera kepala dan patah tulang.
b. Penyakit ikutan pada beberapa hari-minggu pasca bencana
1) Malaria
Penyakit malaria dapat timbul misalnya saat masyarakat berada di pengungsian ( tenda-tenda darurat ), nyamuk anopheles bisa menginfeksi korban-korban bencana.
2) DBD
Misalnya banjir, air yang tergenang dapat menyebabkan bersarangnya nyamuk aides aigypti. Kemudian menginfeksi korban-korban bencana.

3) Diare
Penyakit ini bisa menginfeksi korban bencana karena sanitasi yang jelek. Misalnya kuman-kuman penyebab diare seperti ; Vibrio kolera, Salmonella dysentriae pada genangan banjir,
4) ISPA ( Infeksi Saluran Pernapasan Atas )
ISPA terjadi karena masuknya kuman atau mirkoorganisme ke dalam tubuh manusia dan berkembang biak sehingga menimbulkan gejala penyakit.
5) Leptospirosis
Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri leptospira berbentuk spiral dan hidup di air tawar. Penyakit ini timbul karena terkontaminasinya air oleh air seni hewan yang menderita leptospirosis. Biasanya penyakit ini terdapat pada korban banjir.
6) Tipes
Penyakit tipes sebenarnya juga berkaitan erat dengan faktor daya tahan tubuh seseorang. Oleh sebab itu, untuk mencegah terkena penyakit tipes, masyarakat harus menjaga kondisi tubuh dengan makan makanan bergizi dan jangan sampai kelelahan.
c. Masalah kesehatan mental akibat gempa.
Trauma berkepanjangan akibat reaksi stres akut saat bencana bisa menetap menjadi kecemasan yang berlebihan.

3. Penutup
Penanggulangan yang mesti dilakukan pasca bencana adalah :
a. Tatakelola lingkungan pasca bencana
b. Ketersediaan fasilitas sanitasi
c. Suplay makanan dan air bersih
d. Pengiriman relawan-relawan ke lokasi bencana

Sumber :
“Pencegahan Wabah Penyakit Pasca-Bencana” dalam www.cybernet.cbn.id. 15 Desember 2009.
“Isu Pasca Bencana” dalam www.menlh.go.id. 15 Desember 2009.
“ Waspadai Penyakit Pasca Bencana” dalam www.lautanindonesia.com. 15 Desember 2009.